Gara-Gara Jejak Petualang

Dalam perjalanan pulang kerja, iseng saya bilang sama si cinta.
“nda, besok ga usah pake baju sama kemeja ini lah”
“kenapa?”, si cinta nanya balik
“soalnya jadi ganteng-ganteng gimana gitu”, jawab saya sambil sedikit haha..
“loh…loh…loh…”, ujarnya sambil kemudian sibuk cerita.

Suatu hari di parkiran, tukang parkirnya nanya.
“wuiih, bajunya bagus bang. Udah kemana aja?
“ah banyak baju ini mah, tinggal beli pinggir jalan”
(haha. Iya juga)

Suatu hari di masjid, lagi sholat jumat.
Ada sekumpulan anak, bentar-bentar ngelirik.
Bisik-bisik. Lirik lagi. Gitu terus.
Mungkin pikir mereka, “abang itu yang di tv”.
(kalo ini bisa jadi kegeeran^^)

Suatu hari di kedai pinggir jalan.
“wah bang, aku sering nonton lho. Bagus acaranya, bang”
“tapi gak pernah nengok aku kan?”, iseng
“iya ya bang. Ko ga pernah nongol”
“la wong aku yang ngambil gambar”, jawab si cinta
(ini jelas, boong)

***
Begitulah, terkadang kita menilai orang dari bungkusnya, dari bajunya.
Tanpa tau latar belakangnya.
tapi terkadang, penilaian orang menjadi tidak penting,
Selama kita bisa tersenyum bahagia.
^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s