Rekaman Jalur

on

cimalaka-kojengkang-citimun-naluk-sawahpojok-sudimampir-karanglayung-depok-cipadung-paniis-cijaha-cigalumpit-tanjungkerta-cihaur

dan aku masih ingat setiap belokannya. suasananya. sensasinya.
pagi, berdiri di tepi jalan menanti angkutan yang jadi rebutan.
kadang kesiangan dan seringnya kepagian.
duduk dengan aturan yang memaksa tapi memahami.
kursi untuk 4 orang dicukup-cukupin buat 6 orang. kebayang kan penuhnya itu angkutan.
11 km sangat lumayan untuk melamun, mengingat hapalan atau ngobrol cuap-cuap sama kawan dekat.
sorenya lebih parah.
maghrib, hanya satu dua angkutan terakhir yang jalan.
kalau dipertemukan, lega meski kemalaman.
seandainya tak nampak juga, merengek merayu abah untuk datang menjemput.
aahhh masih terasa.
masih ingat.

tiga tahun. dan sekarang masih saja hapal jalur antara rumah dan sekolah (smu).
BISA ala BIASA memang ada ya. memang iya ya.
hapal karena hampir tiap hari dilewati.

ah tidak tiap hari pun, karena berkali-kali mudik sewaktu kuliah.
jalur bogor-sumedang pun tak luput dari ingatan.

apa yang dilihat,terekam.
apa yang didengar, terekam.
apa yang dilakukan, terekam.
apa yang terucap, terekam.
setiap kita pun, ada rekamannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s