telur puyuh (dan bapa)

telur3

telur1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Telur puyuh. Siapa yang tidak tahu. Ukurannya yang kecil, mungil, imut-imut ini menjadi ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan telur sebangsa unggas lainnya.

Manfaat Telur Puyuh

Setahu saya yang namanya telur memiliki protein yang tinggi dan baru-baru ini saya tahu kalau telur puyuh memiliki manfaat yang banyak diantaranya memiliki kandungan kolin yang tinggi untuk nutrisi otak, mengandung asam amino esensial yang berkualitas, protein dengan daya cerna yang sangat tinggi, senyawa lutein dan zeaksantin yang sangat baik untuk kesehatan mata dan zat anti kanker. Silahkan berkunjung ke webnya puyuhjaya yang mengupas habis tentang per’puyuh’an termasuk peternakannya.

Ada pendapat bahwa telur puyuh memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Namun menurut sehatnews(dot)com telur puyuh tidak memiliki kolesterol jahat (LDL) bahkan sangat kaya dengan kolesterol baik (HDL). Dari balita sampai orangtua bahkan ibu hamil justru dianjurkan untuk mengkonsumsi telur puyuh.

Harga Telur Puyuh

Lusia Kus Anna dalam kompas(dot)com menyebutkan bahwa di kawasan Eropa Barat dan Amerika Utara, telur puyuh dianggap sebagai makanan mewah sehingga belum tentu gampang didapat dengan harga yang relatif murah. Nah kalo tentang ini mungkin mbak Elly (duniaely) sama mbak Nella (pursuingmydreams) bisa ngasih informasi ke kita.^^.

Di Medan, saya beli 20 butir telur puyuh seharga Rp.5000,00. Di Pulau Jawa sana harga per kg nya sekitar Rp.20.000,00. Masih terjangkau dengan manfaatnya yang luar biasa.

Telur Puyuh dan Bapa

Kenapa tulisan tentang telur puyuh ini hadir? Jawabnya karena saya teringat Bapa (panggilan kami kepada Kakek. Lho? Bingung ya^^). Sebagai cucu pertama beliau, saya merasakan betul kasih sayang yang begitu luar biasa dari seorang kakek. Apalagi saya termasuk anak yang tidak bandel-bandel kali waktu itu.hehe.

Bapa jadi Mandor sehingga sering pergi ke kota untuk melaporkan tentang perkembangan sawah milik Yayasan Pangeran Sumedang yang digarap petani di kampung saya. Setiap pulang dari kota, Bapa hampir selalu membawa oleh-oleh buat cucunya ini meski hanya sebungkus anggur dan dua bungkus telur puyuh (berisi 4 butir per bungkus nya) atau pindang tongkol kesukaan saya. Saya tentu senang tiada terkira. Simple, sederhana dan kecil mungkin namun hal tersebut melekat erat di benak saya hingga sekarang. Ingat telur puyuh jadinya ingat Bapa. Bapa yang sekarang cukup renta untuk pergi ke sawah meski masih menggarap karena ingin tetap memenuhi kebutuhan pangan dari hasil keringat sendiri bagi keluarga. Miss you, pa…

bapa1

Iklan

4 Comments Add yours

  1. Ely Meyer berkata:

    Aku jarang beli telur puyuh, walau ada tiap saat di supermarket besar sini, pernah beli juga, tapi lbh suka telur ayam ya

    Lihat foto bapanya jadi ingat papahnya sahabatku, yg sdh alm, dulu juga suka sekali bekerja di sawah

    1. itatea berkata:

      nanti kalo ke supermarket lagi tengokin harganya ya,mbak..
      ^^

  2. yisha berkata:

    salut deh……..

    1. itatea berkata:

      makasih,,yisha..
      eh apanya yaa..hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s