kangen hutan

hmmm, sejak melahirkan sepertinya lebih banyak kerja di belakang meja niyh ;( . kangen hutan, kangen menjejakkan kaki di rimba meski harus bergelut dengan si pacet yang (tetep) bikin geli dan panas dingin. Meski harus waspada dengan si ulat kalo-kalo nempel saat meluk pohon.
Aaiih kenangan demi kenangan menari gemulai di benakku malam ini. menjadi satu-satunya perempuan di forum yang pesertanya bapak-bapak semua, satu-satunya panitia cewek di kegiatan yang pesertanya para pemuda desa. Meski hanya jadi MC atau seksi konsumsi dan dokumentasi tetep saja berharga di hati. Begitupun saat tidur beralas batu di tepi sungai dengan sinar bulan dan api unggun yang menghangatkan malam: tak terbayarkan.
Patroli dengan bumbu dilema karena mengusir perambah yang notabene punya anak-anak kecil. Hiks. Tapi sedih juga saat menemukan tanaman singkong, jagung dan cabe di kawasan hutan. Semoga saatnya tiba untuk menjelajahmu kembali, rimba ku…

Iklan

4 Comments Add yours

  1. yisha berkata:

    met kangen, kakaaaaaaaaa……….

    1. itatea berkata:

      yuuuuhuuuuuuii d(^^)b

  2. muhyasir berkata:

    sama, saya juga kangen hutan… hehehe

    1. itatea berkata:

      😀 hutan kangen kita gak yaa…? he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s