[lagi] galau

Senja pun mengawali gulana malam,
Ketika raga membawa pertanda
resah,
gundah,
hingga sepasang mata tak mampu menahan gejolaknya.

Sebuncah tanya memaksa jawab
Sebongkah cerita tak mampu terucap
hanya ingin damai,
hanya ingin berlalu,
hingga sepasang mata tak mampu menahan gejolaknya.

Apakah ini
prasangka burukku
ataukah
takdir baikMu, duhai Rabb

tak sanggup memikirkannya
tak mampu membayangkannya
bilakah lagi menjalankannya

Rabbi,
Aku mohon dengan sangat.
Aku mohon dengan sangat.

Iklan

4 Comments Add yours

  1. yisha berkata:

    aamiiin…………

  2. Paling Asik berkata:

    semoga tak galau lagi 🙂

    1. itatea berkata:

      iya iya tengkiyuh ya^^
      dibuat asik, asik x ye

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s