di desa desa

Minggu kemarin ikutan buka puasa bareng kawan-kawan kantor. Sebelum pada mudik, sebelum ngumpul bersama keluarga masing-masing ceritanya.Tempatnya udah dipesan duluan biar gak ada alasan gak kebagian tempat. Kami pun belum tau dimanakah tempatnya.
Tiba disana kami disambut dengan suasana khas perkampungan. Tempatnya rimbun dengan beberapa rumpun bambu dihias pita merah. Cahaya lampu lilin yang terhampar di taman menambah redup romantis suasana. Dinding bambu memberikan sentuhan asri tiada dua. Menariknya beberapa sepeda ontel tua nangkring di dinding tersebut mengingatkan kenangan masa lalu.so sweet. Tak lupa juga kursi dan ayunan buat ngaso dan mainan anak-anak.
Hidangan yang disajikan pun lumayan pas di lidah dan yang penting Halal tanpa penyedap.
Ada toilet dan mushola juga kok.bersih dan wangi lagi lengkap dengan toilet duduk, jongkok dan berdiri.jadi tak perlu khawatir kalau kebelet ya..he
Tempat itu berada di jalan setiabudi sebelah belakang bakso urat. Ya nama tempat itu adalah Desa Desa.

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Iklan

2 Comments Add yours

  1. SanG BaYAnG berkata:

    Hmm.., ini namanya desa desa gitu ato gimana tah mbakyu.. Binun au.. 😀

    Itu sepeda kq di tangkringin kenapa.., mbokayao dinaikin napa..???

    1. itatea berkata:

      iya nama rumah makannya ‘desa desa’. q juga binun.hehe.
      mau ta turunin itu ontelnya lumayan kan buat gowes ke kantor tapinya berat jeh, jauh pula bawanya. tapeee deeeh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s