perjalanan ini (dan itu)

on

Kulayangkan pandangku melalui kaca jendela
Dari tempatku bersandar seiring lantun kereta
Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah
Membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna

*
Kualunkan rinduku selepas aku kembali pulang
Tak akan kulepaskan dekapku…
karena kutahu pasti aku merindukanmu
seumur hidupku…selama-lamanya…

Perjalanan inipun kadang merampas bijak hatiku
S’kali waktupun mungkin menggoyahkan pundi cintaku
Meretaskan setiaku…menafikan engkau disana
Maafkan aku…Cepatku kembali…

Back to Reff

Kutautkan hatiku….
Kuikrarkan janji…
Kubawa pulang diriku hanya untukmu
Kusanjungkan mimpi-mimpi hangati malam
Rindu ini membakar hatiku
Kuakan kembali pulang…kuakan kembali pulang…
Na…na…na…
Aku ingin cepat kembali…aku ingin cepat di sampingmu…

***
lagu PADI ini mengingatkan aku pada perjalanan dari Bogor menuju Sumedang. Dari tempatku melabuhkan diri dalam cita-cita menuju rumah tempat bersinggahnya hati serta berjuta kasih dan cinta. Antara Bogor -Sumedang, bisa jadi setiap belokan aku hapal (bukan hanya belok kanan dan kiri^^) saking seringnya.  Antara Bogor-Sumedang banyak kisah lalu yang menyejarah. Kisah yang menyelipkan tawa, air mata, seulas senyuman, bahkan sebongkah gundah.

Waktu tempuh antara dua kota ini sekitar 5jam kalo naik bus dengan kecepatan sedang plus istirahat setengah jam di rumah makan. Itu pun kalo nyari mobilnya di simpang tol Ciawi. Lain cerita kalo dari terminal Bogor. Udah lama nunggu, ga ada pula bus nya. Lima jam di bus, lumayan lho. Tapi biasanya adaaaaa aja pengalaman baru.

Pernah. Duduk sebaris dengan 2 anak muda yang rada-rada nge’punk’, dandanan gaul dengan anting kecil di hidung. Wuih. Anehnya aku adem ayem aja. sok sok tenang juga kale ya. Coba buka komunikasi. Nawarin jajanan ke. Apalah. Basa basi dikit gitu. Tuuuuuh kan akhirnya cair juga. Ternyata ga seseram dandanannya kan.

Pernah juga. Berdiri dari Ciawi ampe Cisarua. Itu H-2 menjelang lebaran. Tau sendiri jalanan Puncak gimana. Berkelak-kelok dan naik turun.  Duh, apa ga ada ‘lelaki sejati’ gitu di bus ini? Setidaknya yang nawarin duduk or gantian bentar juga ga pa pa deh.  Aku seh masih mending, ada juga ibu-ibu yang bawa anak kecil. Ya please deh..

Pernah lagi. Tontonannya? Astagfirullah… lagunya apa,,,klipnya apa. Masa cewek-cewek berbikini gitu. Dan ko semua orang pada asyik yaa.  Bapak-bapak, ibu-ibu, anak muda, ooooouuugh.Ya Rabb. Tak nyaman, aku bilang supirnya. Alhamdulillah diganti meski ada sedikit sindiran dan ejekan. biarin, daripada diem aja.

Pernah dan pernah lagi deh. Intinya aku kudu siap-siap bekel untuk perjalanan. Bacaan ringan, makanan ringan, minuman, kaset ato CD ato MP3, atau apalah dipikirkan mateng-mateng sebelum berangkat. Kalo sekarang lebih canggih lagi gadget yang praktis kaan. Siap mental juga tentunya. Dengan segala resiko yang akan terjadi. Lebih enak memang kalo ada orang( teman) yang menemani perjalanan kita. Bisa ngobrol, sharing, tertawa ato pun tidur, pokonya ga bikin boring.

itu dia ceritaku di perjalanan. apa ceritamu? (iklan).
tapi begitu juga hidup. Hidup ini perjalanan. Menuju akherat yang abadi. Bekal apa yang telah aku siapkan menuju kesana? Semoga persaudaraan kita, persahabatan kita, pertetanggan kita sampai surga. Amiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s