15 tahun tanpa nasi

on

SUDAH GANTI MAKANMU??
Akhir-akhir ini kalimat tersebut sering muncul di televisi oleh berbagai kalangan artis dari Tukul sampai Farah Quinn. Menurutku sih tidak begitu jelas apa yang ingin disampaikan, apa harus tiap hari gonta-ganti menu utama atau bahkan harus ganti makanan pokok? Ah, kita tinggalkan saja itu. Kali ini aku hanya ingin bercerita sedikit tentang kisah dulu- 15 tahun tanpa nasi.

WHAT??
Hhmmm mungkin biasa bagi sebagian orang yang udah sering denger atau bagi yang memang bukan kebiasaan umum makan nasi, tapi mungkin ada juga yang heran,aneh dan bertanya-tanya kok bisa? Kenapa?
Entahlah, rasanya geli, takut, jijik gimana gitu jikalau lihat nasi berserakan, nempel sana nempel sini.iiiiiyyyhh. itulah nasiphobia kali ya istilahnya.

Terus makan apa?
Surabi (kue serabi)-doyan, singkong-boleh, lontong(padahal dari beras juga)-bisa, mie-tentu, apa aja deh, jajan sejajan-jajannya. Memang nasinya saja yang tidak dimakan, lauk-pauknya seh yaa disantap sedemikian rupa kadang ditemani makanan pengganti(baca:nasi) seperti yang disebut diatas.

Sejak kapan ‘nyicip’ nasi?
Heuhe. jadi pengen senyum-senyum sendiri bila ingat moment itu. Ceritanya, beranjak remaja (tepatnya:masuk sma) mulai deh kepikiran. mikirin ntar masa orientasi gimana? Kalo yang lain makan, aku gimana? Duh,masa ngerepotin terus ya…dan macam-macam pertanyaan lainnya. Akhirnya dengan tekad bulat, diciciplah diiiiiiiiiiiiikiiit nasi dengan sebanyaaaaaaaaaaaaak tahu orek telor buatan mamah. Coba lagi waktu ngeliwet ma temen-temen,waktu itu lauknya asin amis plus sambel goang.hayyah.Trussss dicoba-coba en diicip-icip sampai akhirnya ga phobia lagi.
yaaa sekarang juga mals bangs alias males banget kalo harus buang nasi basi, makan nasi keras, lihat nasi berserakan..iiiiyyyhh (toloong!!)..waktu jaman-jaman ospek juga sebel kalo harus ngabisin nasi.ohok-ohok. tapi ya pernah juga makan sisa-sisa nasi yg dikumpulin jadi satu piring.uek uek(maaph!).

Oh iya, tetanggaku, cowok, umurnya diatasku, sampai saat ini sepertinya masih takut juga sama nasi. Padahal udah berkeluarga. (Lho? Adakah hubungannya?^^). Mudah-mudahan kagak ada efek sampingnya sama kondisi tubuh. Yang penting apa yang dimakan memang makanan sehat yang mengandung zat dan vitamin yang memang dibutuhkan tubuh. Kalau jenisnya gak masalah kan mau nasi, jagung, gandum atau apapun bisa untuk memperoleh karbohidrat. Halalan thoyyiban.^^. iya kaaan??!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s