cewek vs cowok (baca: dokter SpOG)

on

Dokter SpOG di Medan

Sewaktu hamil bingung periksa kemana, secara belum begitu kenal dengan daerah Medan ini.
Beruntung, beberapa kawan memberikan daftar dokter kandungan lengkap dengan sedikit keterangannya.
Berikut list yang didapat dari kawan:

  • dr. Khairani di RS Siti Hajar di padang bulan tapi prakteknya ada juga di rumahnya di daerah Marendal (dekat PrimeOne School)
  • dr. Letta di dekat tapian daya tapi pasiennya bejibun,
  • dr. Hans di Badrul Aini tapi laki-laki,
  • dr. Mestika di RS Mitra Sejati, ada prakteknya di daerah Titi Kuning
  • dr. Sarah Dina di dekat simpang Pelangi

sedikit memang karena saya tanya dokter kandungan yang dekat dengan tempat domisili saya sekitar Jl.SM Raja. Setelahnya saya tau kalo dr. Khairani Sukatendel prakteknya di RS Siti Hajar dan RS.Sarah, dan dr.Sarah Dina praktek di RS.Permata Bunda, RS.Sarah dan (kata teman) di RSIA Stella Marris juga.

Kenapa SpOG (justru) kebanyakan cowok?
Hmm, kenapa ya?
Dari cerita sana sini dan setelah mendengar opini ini itu dari teman-teman, “katanya” dokter kandungan cowok itu lebih pengertian, lebih perhatian, lembut dan “welcome” dibanding dokter SpOG cewek yang cenderung agak cerewet atau malah pendiam. Bener nggaknya keknya kembali pada sukjektivitas masing-masing orang kali ya. Lebih meyakinkan kalo dia sudah pernah periksa ke dokter SpOG cowok dan SpOg cewek.

Menurutku sih, mungkin karena cowok gak ngerasain bagaimana hamil dan melahirkan sedangkan mereka tau perjuangannya tidak mudah. Jadi mereka lebih berempati kepada para ibu-ibu hamil. Kalo dokter SpOG cerewet bisa jadi justru karena mereka juga tau hamil itu anugerah yang tidak semua orang bisa memperolehnya. Jadi ibu hamil harus benar-benar menjaga kehamilannya. Nah, kalo yang pendiam dan santai, biar ibu hamil tidak terlalu cemas dan khawatir dengan kehamilannya karena hamil itu bukan sakit atau sesuatu yang ditakuti.

Trus kenapa juga SpOG banyak yang cowok? Kalo kata seorang SpOG cowok, itu terkait dengan nafkah dan tanggungjawab keluarga serta sistem pendidikan obgyn yang lumayan “keras” sehingga cewek yang bermental baja saja yang bisa menjalaninya. Dia justru salut dengan profesi dokter obgyn cewek.

Sepertinya tak sedikit juga seh ibu-ibu hamil yang lebih memilih periksa ke dokter obgyn cowok dengan berbagai alasan tentu termasuk salahsatunya telah kita kupas di atas. Tapi banyak juga yang lebih nyaman dan aman dengan periksa ke dokter obgyn cewek. Bahkan seorang kawan bilang, “Enak aja dia periksa-periksa istri orang. Gak rela aku,” sewotnya.

Ya, itu pilihan setiap orang. Setiap pilihan ada resiko. Namun, sebelum memilih tentu kita harus menimbang ini itu nya dulu, harus melihat dari beberapa segi boleh apa tidaknya.

Iklan

6 Comments Add yours

  1. itatea berkata:

    oya, rupanya dr.Mestika juga di RS Siti Hajar. itu kata dr.Khairani lho..^^

  2. andi berkata:

    ada dr.Rachma Bachtiar,SpOG, praktek di RS Stella Maris dan Jl Bilal 85C

    1. itatea berkata:

      terimakasih infonya. biasanya banyak yang nyari nih list SpOG di medan…

  3. itatea berkata:

    dr. Ahmad Khuwailid di RS Haji dan RS al Ummah
    dr. Zanibar Aldy di RS Malahayati

    (yang lain sedang dalam proses pencarian ^^
    yang punya info dan pengalaman silahkan ditambahkan..)

  4. kias berkata:

    Salam..
    Ke dr. Khairani sekali periksa berapa ya mba?
    Ʈƕǎƞƙƴǒǘ infonya 🙂

    1. itatea berkata:

      hai mbak, terimakasih udah mampir
      kalo untuk USG saja tanpa obat dan vitamin, seratus ribu.
      beberapa pekan lalu kawanku kesana masih segitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s