Nasionalisme buah Salak :)

on

Hari ini, ketika lagi asyik mijit huruf demi huruf di kantor, tiba-tiba ada yang datang bawa piring berisi salak. Yaa, lumayan lah buat ganjel perut yang lagi nongkrong bebas. So, tak berapa lama buah salak ini pun telah mendarat dengan selamat di meja kerjaku.

Rupanya, ini salak Indonesia banget lha wong warna daging buahnya merah putih macam warna negara kita ni. Berarti nasionalisme nya tinggi dong? ^^.. hehe unik deh. Tapi emang iya kan, “salak merupakan salah satu jenis buah yang asli dari Indonesia”. 100% Indonesia. Nah, salak varian ini kalo kata orang-orang mah berasal dari Padang Sidempuan dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Jadi pantes saja aku gak nemuin di Jawa Barat sana.

salak merahTeruss..bicara mengenai rasa, hmmm, dibanding salak pondoh yang terkenal manis itu. Salak merah (+putih) ini lebih dominan rasa sepet. Rasa manis dan asamnya hanya sebagai bumbu. Dari segi penampilan, penampakan luar tak ada yang berbeda sebagaimana salak biasanya. Tapi ketika dibuka..ting tong…nampaklah warna merahnya. Bijinya mudah ngelupas, gak lengket dengan dagingnya.

Iklan

8 Comments Add yours

  1. Budi Cahyono berkata:

    Eh ini beneran merah ya, kok aku belum pernah nemuin yang kayak gini.

    1. itatea berkata:

      iya, beneran merah. ku juga nemu di daerah sumut ini. di daerah jawa mah kagak nemu.

      1. itatea berkata:

        tapi sepet ko rasanya.. manisan salak pondoh.

      2. Budi Cahyono berkata:

        Ntar dipajang aja atau di foto 🙂

        #narsis

      3. itatea berkata:

        jiiiaaaaaaahhhh 🙂 🙂

      4. Budi Cahyono berkata:

        Daripada mulut sepet, he he he

  2. itatea berkata:

    hahahaha good idea..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s