diantara tepian temaram

on

Seorang hamba menyisir sepi
Diantara tepian temaram
Sendu.
Lara.
Berlinang menikmati
Sujud-sujudnya yang panjang.

Luka lalu,
Terlukis di matanya
Ia biarkan jadi buih di lautan
Tuk jadi cerminan kehidupan.

Jangan terulang kembali
Keruh, kotori hati

Renungan itu
Membawanya ke subuh hari
Saat harapan baru terbentang
Secerah terbitnya fajar
Di ufuk sana.

Iklan

2 Comments Add yours

    1. itatea berkata:

      tengkiu, aya :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s