59

surabi lembur

Image

Yihaaaa akhirnya puas-puasin makan surabi di kampung halaman. Secara, di rantau kagak ada model makanan yang kayak ginian. Di rumah hampir tiap pagi sarapan ama makanan ini. Ba’da subuh udah ngantri di pinggir jalan, nongkrong di tempat yang jualan.

Ada 3(tiga) jenis surabi yang dapat dijadikan pilihan buat sarapan yaitu surabi polos, surabi oncom dan surabi endog (telur). Tentunya yang surabi endog lebih mahal harganya dibanding yang polos ma yang oncom yang dihargai Rp.500,00. Tapi itu masih terhitung murah kan, mengenyangkan lagi. Surabi endog plus bala-bala (bakwan) dan segelas teh manis panas udah jadi sarapan yang mantap dah, dijamin.he. Ini juga nih yang bikin aku rindu sama kampung halaman. Waas, baraya! ^^

Image

0

Kelabu

img_20150321_082020
Kiranya kebijakan lama masih terasa menyesakkan. 
Apakah karena sudut ini tak lagi bersahabat, atau 
imajinasi kreasi kembali memanggil erat?

Tak sama.
Berada diantara dokumen-dokumen yang sama :
yang sempat ditinggalkan,
yang hampir dilupakan,
kemudian kembali dihadapkan 
karena sebuah kebijakan.
Kebijakan kelabu bagiku..
.
Bertahan, melangkah, 
mencari hijau biru kuning jingga 
yang bisa menamparku bahwa 
skenario Nya selalu terbaik 
meski ia nya masih terasa kelabu.

Medan, 22 Nop 2016

*hanya orang tertentu yang tau maksud dari puisi ini^^). 
*kamu iya kamu, sok geura komen
0

Sumpah PNS, wih …!

dscf6166

Besok ada agenda pengambilan sumpah jabatan PNS di kantor. Delapan tahun berlalu tak melirik lagi bunyi sumpah hingga hari ini. Terlalu, harusnya itu sumpah ditempel, dibaca setiap hari kali ya. Atau dihafal biar ingat lekat-lekat.

Duh denger kata ‘sumpah’ aja udah merinding. Berat banget beban adek rasanya, bang.

Dulu pun pas ngambil sumpah sempat terbersit,”ah gak usah kuat kali melafalnya”. Atau “ah menyem-menyem aja mangap, gak usah ikut melafal”. Gak nyadar apa pura-pura kalem kalau itu sumpah pan ditandatangan, resmi. Lagian namanya kewajiban udah melekat kali dari sononya. Setiap amanah akan dipertanggungjawabkan. Tak hanya pejabat, yang staf pun akan ditanya. Tak hanya yang punya kantor, yang gak di kantor pun dipertanyakan.

Balik lagi ke bunyi sumpah PNS, ternyata ada kata ‘bersemangat’ lho. Nah kan bersemangat aja ada di sumpah. Mana suka pake ‘mood’ lagi kalo kerja.  Wihh tobat ta, tobat. Semoga jadi pecutan untuk terus bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat. Ciaaatt ..!!!

0

Memangnya Kenapa Mario Teguh?

dscf0508Tanya saya di salah satu grup whatsapp. Pertanyaan ini kemudian mendapat jawab di Google. Bahwa ada seorang ‘Ario Kiswinar Teguh’ yang mengaku anak kandungnya motivator kenamaan Indonesia ini.

Netizen jelas heboh. Pro kontra menghiasi setiap komentar di berita tentang Ario atau Mario. Saya gak kenal keduanya dan tak mengerti permasalahannya. Jadi tentu saja tak akan membahas tentang ini.

Saya hanya teringat dan terbayang, betapa kita akan diuji dengan segala ucapan yang keluar dari mulut kita. Diuji dengan tulisan yang diukir dengan jemari kita. Ah, bahkan sekedar prasangka pun kadang (justru) kembali kepada kita. Sekelebat pikiran yang tak sengaja kita sampaikan dan tak ingin terjadi pada kita, malah benar-benar kejadian. Duh Gusti, ampuni.

Ketika ucap tidak senada dengan sikap, saya yakin gak hanya orang lain yang nyinyir tapi hati pun tak nyaman. Terlepas dari benar atau tidak kehebohan berita di atas, semoga saya bisa terus belajar konsisten dan komitmen dengan diri sendiri, memaafkan masa lalu dan melakukan yang terbaik saat ini dan seterusnya.

0

Drama Korea (Reply 1988) ternyata…

artis korea saya ^^

artis korea saya

Drama Korea
Ketika orang-orang pada sibuk ber ‘ annyeong haseyo’, saya masih adem ayem. Ketika para emak ramai bercerita tontonannya, saya pun masih kalem. Sampai suatu ketika…
Tak sengaja hari itu sebuah judul drama korea terlihat di beranda facebook. Reply 1988, judul yang menarik. “Apakah ini kisah di era tahun 80an?”, pertanyaan yang ada di dalam benak saya. Sebagai angkatan 80 rasa penasaran hinggaplah sudah. Saya pun tergerak untuk menonton online.
Rupanya Hida, kawan saya punya versi downloadnya, lengkap 20 episode. Saya pun dengan senang hati mengcopy dan menontonnya perlahan. Ini kali pertama bagi saya nonton drakor. Serius pula mengikuti setiap episodenya. Perasaan saya? Gonjang-ganjing dan baper dibuatnya.
Apakah setiap drakor begini? Saya seperti terbawa kedalam layar monitor selama satu setengah jam per episode. Merasa berperan sebagai aktor eh aktris disana. Ikut tertawa, menangis, kesal, gundah gulana…(oo maaak!!) Begadang pun dijabanin dengan alasan ‘nanggung’ (sampai dipelototin suami..duh!)

Mengintip Sinopsis
Reply 1988 memang mengajak saya bernostalgia ke masa kecil. Ingat berapa persen (ramalan) cinta kita dihitung dari abjad nama kita dan si dia?. Haha ngakak sendiri lihat Duk Seong melakoni ini. Ada lagi adegan Bapaknya Jung Hwan yang (maksud hati) memperbaiki setrikaan namun malah memotong kabelnya hingga kependekan.
Drama Korea yang satu ini juga menampilkan persahabatan yang erat (dan seluk beluk perasaan di dalamnya), cinta keluarga, dan kasih sayang pada tetangga. Setting makan bersama mendominasi cerita. Betapa waktu makan menjadi agenda penting yang tak boleh terlewatkan oleh keluarga.
Saya diajak main tebak-tebakan. Awalnya mengira Duk Seong akan jadian sama Sun Wo, si anak baik. Kemudian tebakan berubah ke Jung Hwan. Saya tak respect lagi sama Sun Wo ketika ternyata menyukai Bo Ra (haha emang penting?). Lewat ¾ episode, tebak-tebakan semakin memanas apakah Jung Hwan atau Choi Taek yang menjadi suami Duk Seong. Tentu saja saya pendukung Jung Hwan. Seorang yang dingin di luar tapi lembut di dalam (apa sih). Maksudnya pura-pura gak perhatian tapi diam-diam sangat ngarep dan peduli, tsaah… Tetapi si penulis cerita nampaknya ‘agak maksa’ untuk menjodohkan Duk Seong sama Taek. Semangat mulai menurun di episode 17. Bahkan episode terakhir tak lagi berminat menonton hingga hari ini. Kecewa saya, pemirsa. Sungguh.

Ambil Positifnya
Dari gonjang-ganjing perasaan saya, beberapa hal di Reply 1988 yang bisa diambil sebagai pelajaran bagi saya justru kehidupan bertetangga yang digambarkan. Saling memahami, saling bantu dan berbagi juga saling menyayangi. Istilahnya tetangga makan ini kita pun makan. Kita makan itu, tetangga pun makan.
Dan seperti yang tadi saya bilang, waktu makan bersama keluarga begitu berharga. Selanjutnya obrolan-obrolan (bahkan berantem) pun mengalir disana.

Catatan (buat saya)
Segreget apapun, drakor adalah rangkaian cerita yang dibuat penulisnya. Mungkin iya bisa benar terjadi atau benar didramatisir. Duhai Ita, sadarlah! Bangun dan pandanglah kehidupanmu sendiri. Banyak yang harus disyukuri. Hati-hati dengan ‘berandai-andai’ ya.
Hanya diri yang bisa mengerem rasa penasaran, rasa kecewa atau bahagia yang terlalu. Jangan berlebihan, selow aja^^. Nikmati setiap episode perjalanan hidup kita, biar berakhir bahagia.

2

Tahu Sumedang Renyah di Medan

tahu sumedang renyah Pernah membaca postingan di grup FB kalau ada “Tahu Sumedang” di sekitar kota Medan, tepatnya di Tanjung Morawa. Beberapa kawan kantor pun sudah menyicip langsung. Penasaran, benarkah yang dijual itu Tahu Sumedang?

Iya, karena di Medan ini banyak juga yang menjual (judulnya) Tahu Sumedang, tapi nyatanya (seperti) Gehu alias Toge di dalam tahu, yakni tahu isi sayuran yang luarnya digoreng tepung.

Sabtu (8 Juli 2016) kemarin, kami silaturahim ke tempat saudara yang sedang mudik ke Tanjung Morawa. Agak meraba-raba karena itulah kali pertama kami kesana. Lewat simpang bandara KNIA, lumayan agak jauh tetiba ada tulisan di papan pinggir jalan, “Tahu Sumedang Renyah 2km”.

Ternyata kalau dari arah Amplas, rumah makan ‘Tahu Sumedang Renyah” dimaksud berada di kanan jalan. Akhirnya kami putuskan untuk mampir setelah pulang dari tempat saudara.

antrian aneka gorengananeka gorengaHampir jam tiga sore, kami pun jadi mampir. Nampak puluhan mobil parkir. Antrian di sudut kanan menanti tahu dan aneka gorengan untuk dibawa pulang.  Pelayan pun datang menghampiri. Sengaja saya ajak ngobrol. Dan ternyata Dede, berasal dari Hariang. Artinya melewati kampung saya di Cihaur sana. Senengnya berasa ketemu saudara. Tentu saja kesempatan saya untuk ngomong pake bahasa sunda.

Dede bilang pekerja disana hampir semua berasal dari Sumedang. “aya tujuh puluhan jalmi mah, teh”, ujarnya. Kami pun memesan siomay, batagor dan soto Bandung.

soto bandungsiomay bandungSiomaynya enak, suka parenya. “Sotonya ko bening?”, tanya suami. “Namanya juga Soto Bandung”, jawab saya. Saya pun minta tolong Dede pesen aneka gorengan yang ada. Sebut saja jalabria, bala-bala, goreng ulen, odading, goring peuyeum, dkk. Rasanya seperti membeli kenangan akan kampung halaman.  “Asa ngagaleuh ti mamang-mamang di lembur”.gorengan khas sunda

Dan tahunya?

ada cirengJelas, ini tahu asli sumedang. Tahu yang putih lembut di dalam, coklat renyah di luar. Bukan tahu isi, bukan tahu tepung. Jadi, yang gak bisa pergi jauh ke Sumedang sana, cicip aja Tahu Sumedang di Tahu Sumedang Renyah, Jl. Medan-Tanjung Morawa Km 16,5 (085391196360).

0

Mimpi apa Leonardo DiCaprio Mampir ke Leuser

Leonardo DiCaprio di Ketambe

(sing)

Every night in my dreams. I see you. I feel you. That is how I know you go on.
Far across the distance. And spaces between us. You have come to show you go on.
Near, far, wherever you are. I believe that the heart does go on. Once more you open the door. And you’re here in my heart. And my heart will go on and on

….

Lantunan suara indah Celine Dion masih terdengar merdu. Diiringi bayang-bayang kapal pesiar megah serta kejadian besar yang menimpanya. Titanic, film terlaris sepanjang masa dimana saya dan rekan seangkatan, pertama kali mengetahui si aktor utama, Leonardo DiCaprio. Puluhan tahun kemudian, saya terpesona dengan perannya di The Revenant. Lebih cool (ngebayangin salju), totalitas dan dewasa. Top deh.

Rasanya baru kemarin ngobrol sama beberapa kawan, ngimpi bisa ngundang sosok yg ternyata concern pada lingkungan dan hutan itu. (Iya, cuma ngarep sambil mikirin endorse baju pongo😂) Tepat sebulan setelah penganugerahan piala Oscar sebagai aktor terbaik (dengan pidatonya yang fenomenal) tak disangka ia datang menginjakan kaki di #TamanNasionalGunungLeuser (beneran dia oi😱) Meski sekejap, kedatangannya mengalihkan perhatian media dan masyarakat. Semoga diantara fokusnya “yang jauh aja mikirin kelestarian hutan, kenapa yang dekat ngga?” Atau “yang ganteng aja peduli sama TNGL, apalagi yang…….ganteng banget”. *eh

Berita kedatangan Leo dirilis pertama kali oleh Balai Besar TNGL melalui alamat www.gunungleuser.or.id  Tak lama sosial media pun heboh. Para jurnalis langsung memburu berita perihal apa Leo datang ke TNGL. Yang suka nonton film tertakjub-takjub si pemeran Jack Dawson dalam Titanic datang ke Indonesia. Diam-diam, tanpa hingar bingar pemberitaan. 

Meskipun berita-berita yang mendadak betebaran lebih menyorot aktor ini, semoga pertanyaan-pertanyaan: dimanakah TNGL, apa itu Stasiun Penelitian Ketambe, ada orangutan ya disana, kalo Tangkahan sebelah mana, ada badak juga gak? dsb. nyangkut di benak masyarakat. Kemudian jempol pun tertarik untuk browsing, googling, nyari tau tentang Taman Nasional Gunung Leuser khususnya atau hei ada 50 Taman Nasional (bisa jadi berkurang sekarang) di Indonesia. Tentunya dengan keindahan, kenakeragaman hayati dan kekhasan masing-masing. Serta berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Tak dapat dipungkiri perambahan, illegal logging, perburuan satwa liar, dll masih kerap terjadi. Menodai kekayaan alam Indonesia dengan pelbagai berkah dan manfaatnya bagi dunia.

Semoga kita diberikan keringanan langkah, niat, aksi nyata untuk mendukung kelestarian alam Indonesia. yeay, Save Leuser! Save Forest!
Salam lestari.

 *original pic by Agus Yulianto (BBTNGL). edit splash by me.

0

1st Anniversary KompakerSumut

Deretan kursi dan meja kayu tertata rapi. Kendaraan di parkiran pun tak banyak, seperti jumlah pengunjung resto yang saya lihat. Pukul 14.05 WIB, waktu yang tertera di smartphone saya. Lebih lima menit dari waktu yang dijadwalkan hari ini. Nampak tiga kompakers yang asyik membuka menu di Alun-Alun Resto, Jl. Karya Wisata Medan.

Kompakers, itulah sebutan bagi  follower akun @UploadKompakan di instagram. @UploadKompakan sendiri awalnya hanyalah akun IG yang dibuat Echi Sofwan dan 3 orang temannya setahun silam. Echi, Wanda, Gigi dan Puti membangun @UploadKompakan sebagai wadah menuangkan hasil jepretannya, terutama foto-foto barang pecah belah.

Seiring waktu, follower @UploadKompakan semakin bertambah. Keempat founder yang dikenal sebagai #UKteam tak lagi sendiri. Ada puluhan ribu kompakers yang menyimak galeri @UploadKompakan, ratusan diantaranya aktif memotret sesuai tema foto yang ditentukan. Tak hanya dari dalam negeri, kompakers pun banyak yang berada di mancanegara seperti Eropa, dan Qatar. Di Indonesia, lebih dari 30 daerah membentuk komunitas  penyuka fotografi sebagai bagian dari @UploadKompakan, @KompakerSumut salah satunya.

Pukul 15.00 WIB, rekan-rekan saya satu persatu datang. Hari ini 23 Januari 2016, kami merayakan setahun kebersamaan kami dalam wadah @KompakerSumut. Awalnya @KompakerSumut bernama Kompakers Medan. Nama tersebut diubah mengingat beberapa kompakers tinggal di luar kota Medan, seperti Binjai, Brastagi, Padang Sidempuan, Siantar dan Tebing Tinggi.

Dalam pertemuan spesial ini, founder @UploadKompakan Echi Sofwan yang juga tinggal di Medan, berharap @kompakerSumut selalu kompak. “ karena yang namanya perempuan itu lembut perasaannya, kadang ada gesekan yang bisa membuat kebersamaan retak”, ingatnya.

alun-alun

Acara dimeriahkan dengan isian kuis, potong kue, door price dan foto bersama. Tak lupa beberapa agenda dicatat untuk beberapa bulan ke depan. Menjelang senja, agenda silaturahim KompakerSumut dalam rangka ulang tahun pertama pun usai. Satu persatu, kami melangkahkan kaki meninggalkan Alun-Alun Resto. Membawa harap silaturahim tetap terjalin dan hobi motrek tetap tersalurkan.  Sampai jumpa di meet up berikutnya.

(@yunita_aprilia, 24 Januari 2016) *foto @nina